IHSG Rabu Ditutup Merosot 1,9% ke Level 5.873; Koreksi Signifikan, searah Bursa Asia

82
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (8/7), terpantau melemah tajam 113,125 poin (1,89%) ke level 5.873,372 setelah dibuka turun ke level 5.984.182.

IHSG bergerak terkoreksi profit taking lebih dalam setelah rally 5 hari, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melemah di tengah memanasnya tensi geopolitik Iran yang menaikkan harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang semalam serempak dalam koreksi dipicu aksi jual saham semiconductor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,08% atau 15 poin ke level Rp 17.990, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak setelah melaju di sesi global sebelumnya, naik di antara berita serangan Iran di Selat Hormuz yang mengangkat permintaan aset safe haven.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.975, serta terpantau melemah di hari ketiga ke sekitar sebulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 2,315 poin (0,04%) ke level 5.984.182. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,300 poin (0,22%) ke level 583,080. Siang ini melemah 66,346 poin (1,11%) ke level 5.920,151. Sementara LQ45 terlihat turun 1,00% atau 5,940 poin ke level 587,930.

IHSG kemudian makin tergerus dan ditutup melemah tajam 113,125 poin (1,89%) ke level 5.873,372. Sementara LQ45 terlihat naik 2,08% atau 12,090 poin ke level 593,870. Tercatat saat ini sebanyak 191 saham naik, 482 saham turun dan 116 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 2,11%, dan Hang Seng yang menanjak 2,99%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi setelah rally 5 hari, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah memanasnya tensi geopolitik Iran, serta mencermati Wall Street yang semalam terkoreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group