(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup turun pada hari Selasa, terbebani penguatan dolar AS.
Harga emas spot ditutup turun 1,41% pada $4.106,18 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 ditutup turun 0,24% pada $4.157,4 per ons.
Penguatan dolar AS menekan harga logam mulia pada hari Selasa.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Selasa meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, yang merupakan faktor bearish bagi logam mulia.
Ditambah lagi, komentar hawkish dari Presiden Fed New York, John Williams, pada hari Selasa berdampak negatif bagi logam mulia ketika ia mengatakan inflasi masih cukup tinggi.
Kerugian pada logam mulia terbatas pada hari Selasa di tengah meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah melemahnya pasar saham dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terpicu penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Namun jika ketegangan di Timur Tengah dan Selat Hormuz terus meningkat, akan menaikkan permintaan safe haven emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.073-$4.039. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.160-$4.213.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.109-$4.063. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.198-$4.240.








