(Vibiznews – Index) Bursa Saham Kore Selatan ditutup lebih tinggi pada hari Selasa, 14 Juli 2026, karena rebound pada saham-saham teknologi unggulan, meskipun investor tetap khawatir tentang ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah dan ketidakpastian seputar sektor kecerdasan buatan (AI).
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) berbalik arah dan ditutup 49,9 poin, atau 0,73 persen lebih tinggi pada 6.856,83.
Indeks tersebut turun ke level terendah intraday di 6.448,86.
Rebound tersebut terjadi setelah penurunan tajam 9 persen pada KOSPI pada sesi sebelumnya, yang dipicu oleh aksi jual besar-besaran di saham-saham teknologi.
Semalam, Dow Jones Industrial Average turun 0,26 persen, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 1,55 persen.
Investor juga memantau perkembangan di Timur Tengah menyusul pertukaran serangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran terkait status Selat Hormuz, sambil menunggu data inflasi AS yang akan dirilis untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek suku bunga, kata para analis.
Institusi dan investor asing masing-masing membeli saham senilai 3,22 triliun won (US$2,15 miliar) dan 952,7 miliar won. Investor ritel menjual saham senilai 4,14 triliun won.
Saham teknologi memimpin kenaikan.
Saham unggulan pasar, Samsung Electronics, naik 3,34 persen menjadi 263.000 won, sementara pesaingnya di bidang pembuatan chip, SK hynix, naik 3,69 persen menjadi 1.913.000 won.
Maskapai penerbangan nasional Korean Air naik 2,51 persen menjadi 26.500 won, dan perusahaan pelayaran HMM naik 1,07 persen menjadi 19.760 won.
Di antara saham yang mengalami penurunan, produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 4,39 persen menjadi 424.500 won, dan raksasa pertahanan Hanwha Aerospace turun 6,84 persen menjadi 872.000 won.








