Harga CPO Kamis 16 Juli Naik Terdukung Kenaikan Harga Minyak

51
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia bergerak menguat pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (16/7/2026), didorong oleh sentimen positif dari implementasi kebijakan mandatori Biodiesel B50 di Indonesia serta memanasnya harga minyak mentah global.

Harga minyak sawit yang paling aktif diperdagangkan, yaitu kontrak berjangka bulan September 2026, ditutup menguat dan berada di level MYR 4.594 per metrik ton. Sementara itu, untuk kontrak penyerahan bulan Agustus 2026 juga mencatatkan posisi yang solid di angka MYR 4.556 per metrik ton.

Kenaikan harga CPO ini sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah dunia akibat kembali eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di wilayah Timur Tengah. Situasi ini membuat minyak sawit semakin menarik untuk dijadikan bahan baku alternatif campuran bahan bakar nabati (biodiesel).

Sentimen pasar juga mendapat dorongan kuat dari sisi pasokan, di mana komitmen pemerintah Indonesia untuk mengamankan stok domestik melalui program Biodiesel B50 memicu kekhawatiran pasar global. Kebijakan dari produsen CPO terbesar dunia ini diperkirakan akan memperketat ketersediaan ekspor minyak sawit di pasar internasional.

Dari sisi kebijakan ekspor, pemerintah Indonesia telah menetapkan Harga Referensi (HR) CPO untuk periode bulan Juli 2026 sebesar USD 1.000,90 per metrik ton, yang akan menjadi landasan pengenaan tarif Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) yang harus dibayarkan eksportir.

Meskipun terdapat dorongan fundamental yang kuat, laju penguatan harga CPO yang lebih tinggi dibatasi oleh kekhawatiran pasar terhadap melemahnya serapan permintaan global. Terdapat kecenderungan bahwa beberapa importir utama mulai mengurangi volume pembelian akibat tingginya harga CPO dan beralih ke minyak nabati substitusi yang harganya lebih kompetitif di pasar Chicago (CBOT).