(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir naik pada hari Jumat karena kekhawatiran atas lambatnya laju panen di Brasil, yang menahan pasokan biji kopi baru masuk ke pasar global.
Harga kopi arabika berjangka kontrak teraktif ditutup naik 2,72% pada $3.2110 per pon (321,10 sen).
Harga kopi arabika telah mengalami volatilitas tinggi minggu ini, namun kembali menguat ditopang oleh fundamental pasokan yang ketat dan berhasil bertahan kuat di atas level 300 sen.
Keterlambatan panen di Brasil menjadi katalis utama yang mendorong harga lebih tinggi. Hingga awal bulan ini, dilaporkan baru sekitar 52% area kopi yang dipanen, tertinggal jauh dari laju 60% pada periode yang sama tahun lalu.
Prakiraan cuaca di wilayah selatan Brasil sejatinya mulai menunjukkan kondisi yang lebih kering dan menghapus risiko embun beku (frost) minggu ini, yang memungkinkan kelancaran aktivitas lapangan. Namun, pasar tampaknya masih lebih merespons lambatnya realisasi panen yang sudah terjadi.
Tingkat persediaan kopi ICE yang terpantau terbatas di gudang-gudang pemantauan juga memberikan dukungan pada harga kopi. Ketidakseimbangan pasokan ini mempertahankan volatilitas harga di bursa berjangka pada level yang tinggi.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika dapat bergerak fluktuatif merespons laporan progres panen lanjutan di Brasil dan aksi ambil untung (profit taking). Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.15-$3.12. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.25-$3.28.








