(Vibiznews – Commodity) Harga Emas bergerak turun pada hari Senin, 20 Juli 2026 di sesi perdagangan Asia, menuju posisi terendah dalam sembilan bulan karena meningkatnya ketegangan militer AS-Iran mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran kenaikan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga.
Harga emas spot bergerak turun 0,58% pada $3.995,5 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 bergerak turun 0,54% paa $3.995,6 per ons.
Lihat video : Harga Beli Emas Antam Hari ini Senin 20 Juli 2026 Turun Rp4.000; Harga Buyback Turun Rp8.000
AS mengatakan telah melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada hari Minggu setelah kematian anggota militer Amerika, sementara Iran menyatakan bahwa gencatan senjatanya dengan Amerika telah gagal dan mengatakan pihaknya mencegat empat kapal yang transit di Selat Hormuz selama akhir pekan.
Harga minyak kini telah melonjak sekitar 30% dari posisi terendahnya di bulan Juli, meningkatkan risiko bahwa bank sentral akan memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi.
Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Beth Hammack pada hari Jumat bergabung dengan semakin banyak pejabat Fed yang memperingatkan tentang persistennya inflasi.
Pasar kini memperkirakan kemungkinan 53% kenaikan suku bunga Fed pada bulan September, naik dari 47% sehari sebelumnya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terpicu kenaikan harga minyak yang dapat memicu ekspektasi kenaikan inflasi dan menaikkan suku bunga Fed. Kenaikan dolar AS akibat peningkatan ketegangan militer di Timur Tengah, juga menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.977-$3.936. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.041-$4.064.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.978-$3.938. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.044-$4.070.








