IHSG Senin Pagi Rally ke Level 6.245; Regional Dibuka Bias Melemah, Geopolitik Timteng Memanas

187

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin pagi ini (20/7), terpantau menguat cukup signifikan 69,213 poin (1,21%) ke level 6.244,748 setelah dibuka naik ke level 6.197.476.

IHSG bergerak rally memasuki hari kelima ke level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah tensi geopolitik Timteng yang berlanjut memanas dan menaikkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan di zona merah.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,27% atau 49 poin ke level Rp 17.939, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun terbatas setelah menguat perlahan 2 hari di sesi global sebelumnya, tertahan setelah menanjak oleh situasi perang Iran yang mendorong investor memburu lagi aset safe haven.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.890, serta terpantau tertahan di bawah hampir 3 minggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 21,941 poin (0,36%) ke level 6.197.476. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,320 poin (0,67%) ke level 603,920. Pagi ini menguat 69,213 poin (1,21%) ke level 6.244,748. Sementara LQ45 terlihat naik 1,51% atau 9,400 poin ke level 631,310.

Tercatat saat ini sebanyak 423 saham naik, 147 saham turun dan 168 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada akhir pekan lalu dengan ketiga indeks acuannya terkoreksi dipicu berlanjutnya aksi jual saham teknologi semiconductors dan memanasnya tensi geopolitik perang Iran. Dow Jones berakhir turun 0,9%, S&P 500 melemah 1,6%, serta Nasdaq merosot 2,9%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 4,03%, dan Hang Seng yang menanjak 1,72%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke level 5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah tensi geopolitik Timteng yang memanas dan naiknya harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan terkoreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan agak tertahan oleh profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.250 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,839 dan bila tembus ke level 5,317.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group