Market Mover 20 July 2026 : Meningkatnya Ketegangan Perang di Timur Tengah Dapat Menguatkan Dolar AS dan Harga Minyak

238

(Vibiznews – Economy & Business) Nota kesepahaman yang ditandatangani oleh AS dan Iran bulan lalu menjadi berantakan di tengah babak pertempuran terbaru, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan udara yang ditargetkan di wilayah tersebut. Perjanjian sementara tersebut dimaksudkan untuk membuka kembali Selat Hormuz yang vital secara strategis dan mengakhiri konflik.

Pasukan Amerika pada hari Minggu melakukan serangan malam kedelapan berturut-turut terhadap Iran sebagai balasan atas serangan Iran dan untuk mencoba menjamin jalur aman di Selat Hormuz.

“Pasukan CENTCOM berhasil menyerang fasilitas pengawasan pantai dan pertahanan udara militer Iran, kemampuan maritim, dan lokasi penyimpanan rudal dan pesawat tak berawak untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran,” katanya dalam sebuah unggahan di X.

“Militer Amerika juga menargetkan pasukan Korps Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer AS di Yordania pada 17 Juli,” tambahnya.

Perkembangan selama akhir pekan semakin membahayakan gencatan senjata yang rapuh bulan lalu antara kedua pihak, menimbulkan kekhawatiran baru tentang pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Dan itu menunjukkan bahwa perang dapat memasuki fase baru yang dapat menekan kembali ekonomi dunia.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan pada hari Sabtu bahwa negara tersebut telah menangguhkan komitmennya terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu dengan AS.

Iran juga melancarkan serangan terhadap Kuwait, Yordania, dan Qatar. Pejabat Kuwait melaporkan kerusakan dan kebakaran di fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi, yang mendorong Kuwait Airways untuk menjadwal ulang sebagian besar penerbangan.

Ketegangan perang yang meningkat di Timur Tengah dapat menekan ekonomi global, dengan gangguan pelayaran di Selat Hormuz dapat meningkatkan lagi harga minyak.

Ketegangan perang di Timur Tengah juga meningkatkan permintaan safe haven dolar AS. Dengan penguatan dolar AS akan dapat menekan mata uang negara lainnya.

Dengan meningkatnya harga minyak akan meningkatkan ekspektasi inflasi yang dapat memicu sentimen peningkatan suku bunga The Fed dan global.

Ekspektasi peningkatan inflasi akan menekan harga komoditas seperti emas dan perak, serta komoditas lainnya.