(Vibiznews – Forex) Mata uang Poundsterling Inggris ditutup naik pada akhir pekan hari Jumat, 18 September 2026, terdukung kenaikan data Retail Sales dan penurunan harga minyak yang meredam dolar AS.
Penjualan ritel Inggris naik 0,5% pada bulan Agustus; angka ini berlawanan dengan prediksi penurunan sebesar 0,2% sekaligus mencerminkan pemulihan dari penurunan yang terjadi pada bulan Juli.
Sektor toko serba ada memimpin pemulihan ini seiring dengan teratasinya masalah ketersediaan stok oleh para peritel, yang mengindikasikan ketahanan belanja konsumen di tengah tingginya harga energi dan prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.
Bank of England mempertahankan suku bunga tetap pada hari Kamis dan menyatakan akan menghentikan penjualan obligasi pemerintah berjangka sangat panjang dalam kerangka program pengetatan kuantitatifnya, sembari memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat memicu kebijakan yang lebih ketat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Poundsterling dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut dan penguatan data ekonomi. Pasangan mata uang GBP/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 1.3417-1.3438. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 1.3355-1.3314.








