(Vibiznews – Forex) Dolar Australia berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, setelah komentar hawkish dari pejabat tinggi Reserve Bank memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
Pasangan mata uang AUD/USD ditutup naik 0,21% pada 0,7125.
Gubernur RBA Michele Bullock menyatakan bahwa risiko kenaikan inflasi mulai nyata dan memperingatkan bahwa biaya yang lebih tinggi dapat membuat inflasi menjadi lebih persisten, seraya menyoroti kenaikan harga energi dan tekanan kapasitas yang terus berlanjut dalam ekonomi domestik.
Pernyataannya menyusul komentar dari para pejabat senior RBA selama sebulan terakhir yang menyebutkan bahwa inflasi masih tinggi dan perlu melandai lebih jauh.
Pasar swap kini memperhitungkan setidaknya dua kali lagi kenaikan suku bunga hingga pertemuan bulan Februari, dengan peluang sekitar 87% bahwa kenaikan pertama akan terjadi pada 29 September. Hal ini menandai perubahan signifikan dibandingkan awal September, saat para pelaku pasar hanya memperkirakan satu kali lagi kenaikan suku bunga, kemungkinan menjelang akhir tahun.
Mata uang Australia ini juga mendapat keuntungan dari pelemahan dolar AS, serta penurunan imbal hasil obligasi Treasury dan harga minyak, sementara pemulihan pasar saham global turut memperbaiki sentimen risiko.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Dolar Australia dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS dan harga minyak berlanjut. Pasangan mata uang AUD/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 0,7139-0,7152. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 0,7108-0,7091.








