(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Senin, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,22% pada 1.1415.
Euro tertekan penguatan dolar AS pada hari Senin.
Selain itu, laporan harga produsen Jerman bulan Juni pada hari Senin menunjukkan harga turun menjadi +1,8% y/y, di bawah target inflasi ECB sebesar 2%, faktor dovish untuk kebijakan ECB dan negatif untuk Euro.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi pada hari Senin berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.
Pasar memperhitungkan peluang +5% kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada hari Kamis.
Sore nanti akan dirilis data ZEW Economic Sentiment Index Juli Zona Euro dan Jerman, dimana keduanya diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Namun jika data ZEW Economic Sentiment Index Juli Zona Euro dan Jerman terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1395-1.1376. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1442-1.1470.








