Rekomendasi Forex Dolar AS 29 Juli 2026 : Dapat Turun Dengan Kehati-hatian Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed; Cermati Perkembangan Timur Tengah

63

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar turun dari level tertinggi 1 bulan dan berakhir turun pada hari Selasa, terpicu penurunan harga minyak dan pelemahan data ekonomi.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,11% pada 101,39.

Penurunan tajam harga minyak mentah WTI sebesar -4% pada hari Selasa ke level terendah 1 minggu telah menurunkan ekspektasi inflasi yang dapat mendorong The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar, faktor negatif bagi dolar.

Selanjutnya, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) pada hari Selasa melemahkan perbedaan suku bunga dolar.

Dolar AS juga turun karena penurunan tak terduga dalam data kepercayaan konsumen bulan Juli. Indeks kepercayaan konsumen Conference Board AS Juli secara tak terduga turun -1,4 menjadi 90,8, lebih lemah dari ekspektasi kenaikan menjadi 92,4.

Kerugian pada dolar AS terbatas di tengah sedikit aksi beli kembali (short covering) menjelang pertemuan FOMC selama 2 hari yang dimulai pada hari Selasa.

Dolar AS juga didukung oleh beberapa permintaan safe haven di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Pasar memperhitungkan probabilitas 32% kenaikan suku bunga +25 basis poin pada pertemuan FOMC Selasa/Rabu.

Ketegangan di Timur Tengah kembali terjadi. Militer AS mengatakan telah berhasil mencegat apa yang mereka sebut sebagai serangan mendadak Iran yang menargetkan pasukan AS yang ditempatkan di seluruh Timur Tengah.

Sementara itu, milisi yang didukung Iran di Irak meluncurkan drone ke fasilitas minyak di Wilayah Timur Arab Saudi untuk hari kedua berturut-turut, meskipun skala penuh kerusakan masih belum jelas.

Di bidang diplomatik, Iran menolak proposal Oman untuk kontrol bersama 50-50 atas Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa Teheran harus mempertahankan kendali penuh atas jalur pelayaran masuk dan sebagian jalur keluar.

Kamis dinihari nanti akan dirilis keputusan suku bunga The Fed, yang secara luas diindikasikan The Fed akan mempertahankan suku bunga. Namun akan dicermati pernyataan Ketua Fed yang akan memberikan sinyal arah kebijakan suku bunga selanjutnya dan perkembangan kondisi ekonomi AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan kehati-hatian menjelang pengumuman kebijakan suku bunga dan arah kebijakan selanjutnya. Namun dolar AS dapat naik jika sentimen ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat yang dapat menaikan permintaan safe haven dolar AS dan menguatkan harga minyak. Juga jika pernyataan ketua Fed Kevin Warsh memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga, akan menguatkan dolar AS.Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 101,23-101,05. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 101,62-101,83.