Indeks Kospi Senin Ditutup Anjlok Tertekan Profit Taking

31
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan mengalami koreksi tajam pada perdagangan awal pekan, Senin, 3 Agustus 2026. Indeks KOSPI ditutup anjlok signifikan, menghapus sebagian besar reli historis yang baru saja tercipta pada akhir pekan lalu.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) merosot 5,12 persen dan berakhir pada level 6.257,45. Tekanan jual sudah terlihat sejak awal sesi, dengan indeks dibuka melemah di level 6.358,27 dari penutupan sebelumnya di 6.595,45. Sepanjang jalannya perdagangan, KOSPI terus tertekan dan sempat menyentuh level terendah intraday di 6.223,29, sementara level tertinggi harian hanya mampu bertahan di 6.393,00 pada awal sesi.

Koreksi tajam bursa Seoul pada pembukaan pekan ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit-taking yang agresif. Investor memanfaatkan momentum kenaikan rekor tertinggi pada Jumat lalu, di mana indeks melonjak hampir 18 persen, untuk melikuidasi posisi dan mengamankan keuntungan jangka pendek. Aksi tersebut kemudian menjalar menjadi tekanan jual yang lebih luas sepanjang sesi.

Merespons perubahan sentimen tersebut, sektor semikonduktor domestik yang sebelumnya menjadi motor utama reli, kini justru berbalik memimpin pelemahan indeks. Dua raksasa teknologi yang menyumbang lebih dari separuh bobot KOSPI tumbang cukup dalam, dengan saham Samsung Electronics ambruk lebih dari 7 persen dan rival utamanya, SK Hynix, merosot lebih dari 7 persen pula.

Koreksi pasar hari ini turut diperparah oleh proses pengurangan leverage atau de-leveraging, di mana sejumlah posisi perdagangan investor yang sebelumnya dibangun dengan pinjaman margin terpaksa ditutup paksa akibat pergerakan harga yang berbalik arah. Kondisi ini menambah tekanan jual di lantai bursa sepanjang sesi berlangsung.

Dari sisi sentimen eksternal, kondisi pasar sebenarnya cenderung kontradiktif. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembatalan rencana serangan ke Iran yang turut memicu penurunan harga minyak global, namun investor di bursa kawasan Asia-Pasifik tetap memilih bersikap berhati-hati atau risk-off dan mengurangi eksposur pada aset berisiko. Hal ini menegaskan bahwa fokus utama pelaku pasar hari ini lebih tertuju pada normalisasi setelah lonjakan ekstrem akhir pekan lalu, ketimbang merespons perkembangan geopolitik global.