Indeks Kospi Senin Berakhir Menguat Mengikuti Kenaikan Bursa Wall Street

53
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan berhasil menutup perdagangan dengan penguatan pada hari ini, Senin, 10 Agustus 2026, memutus tren pelemahan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut sebelumnya. Pemulihan ini terjadi setelah investor memanfaatkan momentum positif dari bursa global.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup menguat 0,65% dan berakhir pada level 6.299,66. Indeks dibuka menguat di level 6.306,33 dari penutupan sebelumnya di 6.258,77, sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.394,06, sebelum mengalami tekanan dan sempat tergelincir ke level terendah harian di 6.232,45 di tengah sesi. Volume perdagangan tercatat cukup ramai, mencapai 629,9 juta saham dengan nilai transaksi sebesar 29,09 triliun won.

Penguatan bursa Seoul hari ini tidak lepas dari sentimen positif rekor baru Wall Street. Bursa Seoul dibuka menguat tajam mengekor reli di bursa saham Amerika Serikat akhir pekan lalu, setelah investor global merespons positif data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS yang melemah secara moderat, sehingga memperkuat prospek stabilitas suku bunga tanpa memicu kekhawatiran resesi.

Meski demikian, terjadi divergensi pada dua saham berbobot terbesar di indeks. Samsung Electronics ditutup melemah 0,9% dan SK Hynix turun 1,3%, akibat kekhawatiran valuasi belanja modal kecerdasan buatan global yang masih membayangi sentimen investor. Pelemahan pada kedua saham raksasa ini berhasil dikompensasi oleh aksi beli masif investor ritel senilai 899,8 miliar won dan institusi lokal sebesar 567,4 miliar won, yang mengalihkan perhatian pada saham-saham mikrochip lapis kedua.

Sikap berhati-hati investor global turut membatasi ruang penguatan KOSPI hari ini. Investor asing mencatatkan penjualan bersih yang cukup masif hingga 1,5 triliun won, dengan dana asing terpantau cenderung beralih ke bursa sekunder Korea, Kosdaq, yang justru meroket hampir 7% dipimpin penguatan sektor bioteknologi.

Tekanan pada indeks juga tercermin dari pelemahan nilai tukar mata uang lokal. Won ditutup melemah 2,3 poin ke level 1.418,4 won per dolar AS, mencerminkan masih adanya kekhawatiran investor asing terhadap risiko geopolitik global, yang turut membatasi optimisme pasar meski indeks utama berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini.