Indeks Nikkei Jumat Berakhir Melemah Tertekan Kenaikan Yield Treasury AS

9

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat, 21 Agustus 2026, memperpanjang akumulasi kerugian indeks yang merosot hingga 4% sepanjang minggu ini, seiring kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan konflik di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi, serta kembali melonjaknya imbal hasil obligasi global.

Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 200,43 poin, atau turun 0,30%, dan berakhir di level 66.016,36. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks tercatat cukup fluktuatif. Setelah sempat dibuka anjlok tajam di level 65.427,69 akibat sentimen negatif Wall Street semalam, indeks berhasil memangkas pelemahan hingga menyentuh level tertinggi harian di 66.125,88, dengan level terendah harian tercatat di 65.260,22.

Tekanan pada bursa Tokyo hari ini tidak lepas dari yield surat utang AS tenor 10 tahun yang kembali naik ke level 4,7%. Pada saat yang sama, data ekonomi menunjukkan tingkat inflasi domestik Jepang dipercepat selama dua bulan berturut-turut, memicu ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga lebih cepat. Biaya pinjaman yang lebih tinggi ini turut menekan valuasi saham-saham sektor teknologi besar sepanjang sesi hari ini.

Di tengah tekanan pasar, saham sektor perkapalan dan energi justru mencetak keuntungan besar akibat meningkatnya risiko logistik laut global. Perusahaan pelayaran Kawasaki Kisen Kaisha memimpin penguatan dengan melonjak 7,28% ke level tertinggi lima tahun terakhir, sementara emiten Sumitomo Chemical juga melonjak tinggi sebesar 6,55%, didorong oleh proyeksi rekor laba bersih perusahaan. Sebaliknya, sektor manufaktur berat dan teknologi memimpin pelemahan, dengan saham The Japan Steel Works merosot 4,65%, disusul oleh pelemahan emiten keamanan siber Trend Micro sebesar 4,40%.