Bursa Wall Street Senin Ditutup Mixed; Saham Teknologi Melemah

41
Bursa Wall Street - Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Senin waktu AS (24 Agustus 2026) berakhir bergerak bervariasi (mixed). Indeks berbasis teknologi mengalami tekanan jual yang cukup dalam, sementara saham-saham di sektor konvensional sukses menopang indeks Dow Jones ke zona hijau.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat +0,26% atau 140,15 poin ke level 53.417,16. Indeks S&P 500 ditutup melemah -0,28% atau 21,51 poin ke level 7.652,86. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup merosot -0,76% atau 200,26 poin ke level 25.980,19.

Aksi ambil untung pada saham-saham cip menjadi faktor utama yang menyeret pelemahan sektor teknologi pada sesi perdagangan kali ini. Sektor teknologi memimpin pelemahan akibat rotasi modal keluar dari saham semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan kuartalan Nvidia yang dijadwalkan pada hari Rabu ini, dengan investor bersikap sangat hati-hati untuk mengukur kekuatan jangka panjang dari tren kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, saham Nvidia turun -2,9%, Micron Technology anjlok -5,8%, dan Sandisk terperosok -6,4%.

Ketegangan geopolitik baru turut membayangi sentimen pasar. Pemerintahan AS mengumumkan “Operation Economic Outcast”, sebuah rencana perluasan sanksi ekonomi agresif terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran, yang menambah kewaspadaan investor terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Di tengah tekanan pada sektor teknologi, saham-saham blue-chip berhasil menjadi penopang utama indeks Dow Jones. Saham penyedia jasa kredit dan ritel besar tampil solid, dengan Visa melonjak +3,1%, Mastercard naik +3,3%, serta Walmart terdongkrak +2,7%.

Dari sisi kebijakan moneter, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun sedikit mendingin ke level 4,70%, seiring pelaku pasar menantikan pidato penting Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada pertemuan Jackson Hole yang dijadwalkan berlangsung hari Jumat mendatang.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan kuartalan Nvidia pada hari Rabu sebagai penentu arah sentimen sektor AI, perkembangan lanjutan terkait sanksi ekonomi AS terhadap Iran, serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole yang akan menjadi acuan penting arah kebijakan suku bunga ke depan.