Rekomendasi Forex Dolar AS 27 Agustus 2026 : Naik Terpicu Penguatan Data Ekonomi; Dapat Tertekan Penurunan Harga Minyak

79

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup naik pada hari Rabu, terdukung penguatan data ekonomi AS.

Indeks dolar AS ditutup naik 0,21% pada 99,12.

Data pengeluaran dan pendapatan pribadi AS bulan Juli meningkat melebihi perkiraan, serta adanya revisi naik pada data konsumsi pribadi kuartal kedua.

Pengeluaran pribadi AS bulan Juli naik +0,2% secara bulanan (m/m), lebih kuat dari perkiraan sebesar +0,1% m/m. Selain itu, pendapatan pribadi bulan Juli naik +0,4% m/m, lebih kuat dari perkiraan sebesar +0,2% m/m.

Konsumsi pribadi kuartal kedua direvisi naik menjadi 3,4% dari laporan sebelumnya sebesar 3,2%.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik sebesar 0,2%, dibandingkan penurunan 0,1% pada bulan Juni, menurut data yang dirilis hari Rabu oleh Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS.

Angka ini menghasilkan indeks PCE tahunan sebesar 3,7%, selaras dengan bulan sebelumnya dan lebih tinggi dari perkiraan sebesar 3,6%.

Kenaikan imbal hasil obligasi pada hari Rabu juga memperkuat faktor selisih suku bunga yang menguntungkan dolar.

Penguatan dolar pada hari Rabu tertahan setelah data pesanan baru barang modal non-pertahanan (di luar pesawat terbang dan suku cadangnya) bulan Juli—yang menjadi indikator bagi belanja modal—naik di bawah perkiraan.

Pesanan baru barang modal non-pertahanan AS bulan Juli (di luar pesawat terbang dan suku cadangnya)—indikator belanja modal—naik +0,2% m/m, lebih lemah dari perkiraan +0,7% m/m, meskipun data bulan Juni direvisi naik menjadi +1,7% m/m dari laporan sebelumnya sebesar +1,2% m/m.

Selain itu, indeks harga PCE inti bulan Juli, yang merupakan tolok ukur inflasi pilihan The Fed, meningkat sesuai perkiraan. Indeks harga PCE inti AS bulan Juli, tolok ukur inflasi pilihan The Fed, naik +0,2% m/m dan +3,3% secara tahunan (y/y), tepat sesuai perkiraan.

Di sisi lain, harga minyak mentah WTI turun ke level terendah dalam 1,5 minggu, yang menurunkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter—sebuah faktor negatif bagi dolar.

PDB AS kuartal kedua tidak mengalami revisi dan tetap di angka 1,5% .

Pasar memperhitungkan adanya probabilitas sebesar 36% untuk kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin pada pertemuan FOMC berikutnya tanggal 15-16 September.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claim minggu lalu AS yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik terdukung penguatan data ekonomi dan PCE Price Index. Namun dapat turun terpicu penurunan harga minyak yang dapat memicu sentimen penurunan inflasi, dan harapan kesepakatan AS-Iran. Namun jika data Initial Jobless Claim minggu lalu AS terealisir menurun, akan menguatkann dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,93-98,74. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,27-99,42.