(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (27/8), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir melemah, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore melemah 0,14% atau 25 poin ke level Rp 17.715 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.690. Rupiah terpantau terkoreksi dari posisi 13,5 minggu tertingginya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.712 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.764, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.715.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, di sekitar seminggu tertingginya oleh rilis inflasi PCE Amerika yang memicu estimasi the Fed bisa menaikkan suku bunganya di akhir tahun ini.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik ke 99,23, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,13.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi terpantau menguat signifikan 116,065 poin (1,81%) ke level 6.521,750, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak yang beranjak turun lagi oleh harapan pemulihan lalu-lintas Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi terbatas.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.932 – Rp17.690.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting






