(Vibiznews – Index) – Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Jumat waktu AS (Sabtu pagi WIB, 29 Agustus 2026) berakhir kompak melemah, mengakhiri pekan perdagangan dengan nada hati-hati. Pelemahan ini dipicu oleh pidato hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di simposium ekonomi Jackson Hole, yang menyatakan kekhawatiran terhadap tren inflasi AS yang belum menunjukkan perbaikan signifikan menuju target 2%.
Indeks S&P 500 ditutup melemah -0,25% atau 19,23 poin ke level 7.711,76. Indeks Nasdaq Composite ditutup turun -0,52% ke level 26.402,42. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah tipis -0,02% atau 9,45 poin ke level 53.559,99. Meski ditutup merah pada akhir pekan, indeks S&P 500 tetap membukukan kenaikan tipis sekitar +0,5% secara akumulasi sepanjang pekan ini.
Pidato Ketua The Fed Kevin Warsh menjadi katalis utama pelemahan pasar pada sesi perdagangan kali ini. Warsh menegaskan komitmennya terhadap pencapaian target inflasi 2%, sebuah sinyal yang langsung direspons pasar dengan melonjaknya peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan September menjadi 57,5%, naik tajam dari sebelumnya yang hanya berada di kisaran 35,4%.
Sektor teknologi kembali tertekan pada sesi perdagangan hari Jumat setelah euforia laporan keuangan Nvidia yang sempat mendorong reli sehari sebelumnya mulai mereda. Sektor semikonduktor memimpin penurunan, dengan saham Nvidia (NVDA) anjlok -4,6% dan Marvell Technology merosot lebih dari -10%.
Di tengah koreksi pasar secara luas, saham Gap Inc justru menjadi pengecualian dengan melonjak sekitar +13% berkat sentimen positif dari internal perusahaan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed pasca pidato hawkish Kevin Warsh, kelanjutan tren sektor teknologi dan semikonduktor pasca euforia kinerja Nvidia, serta rilis data ekonomi AS lanjutan yang akan menjadi pertimbangan penting bagi keputusan The Fed pada pertemuan bulan September mendatang.








