Indeks Kospi Senin Ditutup Naik; Saham Semikonduktor Rebound

40
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan mencatatkan pembalikan arah yang luar biasa pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026. Indeks KOSPI berhasil rebound tajam dari keterpurukan di sesi pagi dan ditutup menguat, meski sempat dilanda kepanikan massal akibat eskalasi ketegangan global.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup naik 31,14 poin, atau menguat 0,46 persen, dan berakhir pada level 6.820,02. Di awal perdagangan pagi, indeks sempat anjlok hingga lebih dari 3 persen dan menyentuh level terendah harian di 6.547,76, setelah dibuka di level 6.613,58 dari penutupan Jumat lalu di 6.788,88. Namun, aksi borong saham oleh korporasi domestik berhasil menyelamatkan bursa dari keterpurukan, membawa indeks berbalik arah hingga menyentuh level tertinggi harian di 6.820,10 menjelang penutupan.

Pembalikan arah dramatis atau v-shaped recovery hari ini ditopang oleh aksi pembelian kembali saham atau corporate buyback. Ketika investor asing dan institusi melakukan aksi jual massal, kelompok korporasi dalam negeri hadir sebagai penyelamat dengan melakukan pembelian bersih masif sebesar 1,5 triliun won. Rencana buyback saham skala besar oleh raksasa teknologi untuk pengembalian nilai pemegang saham menjadi motor utama yang membalikkan sentimen negatif di pasar.

Sektor semikonduktor yang sempat ambruk hingga 3 – 4 persen di sesi pagi turut berbalik arah ke zona hijau menjelang penutupan. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix kompak ditutup menguat lebih dari 1 persen, memicu gairah instan pada saham-saham berkapitalisasi besar lainnya.

Aksi jual hebat di awal sesi sebelumnya dipicu oleh pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole yang memberi sinyal kuat akan adanya kenaikan suku bunga AS pada bulan depan guna meredam inflasi. Sentimen ini diperparah oleh serangan militer AS terhadap fasilitas roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz, yang sempat melambungkan harga minyak mentah Brent mendekati USD 90 per barel dan memicu kecemasan inflasi global.

Meski indeks berakhir menguat, data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan net sell lebih dari 400 miliar won, institusi melakukan net sell 900 miliar won, dan investor ritel individu juga melakukan penjualan bersih sebesar 200 miliar won. Dengan demikian, kenaikan indeks hari ini murni ditopang oleh aliran dana likuiditas korporasi domestik, di tengah tekanan jual yang justru datang dari hampir seluruh kelompok investor lainnya.