Rekomendasi Forex Dolar AS 1 September 2026 : Dapat Naik Seiring Ketegangan AS-Iran Meningkat; Waspadai Pelemahan Data Ekonomi

36

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir turun pada hari Senin, terpicu komentar dovish dari Menteri Keuangan AS Bessent.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,30% pada 99,40.

Komentar dari Menteri Keuangan AS Bessent membebani dolar pada hari Senin; ia menyatakan bahwa The Fed secara tradisional tidak menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap guncangan pasokan (supply shock).

Penguatan yuan Tiongkok ke level tertinggi dalam 3,5 tahun pada hari Senin juga turut menekan dolar.

Namun, penurunan dolar pada hari Senin terbatas karena harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari +2% ke level tertinggi satu minggu. Kenaikan ini meningkatkan ekspektasi inflasi dan berpotensi mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga, yang merupakan faktor pendukung bagi dolar.

Selain itu, pelemahan pasar saham pada hari Senin meningkatkan permintaan likuiditas untuk dolar, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (*T-note*) yang lebih tinggi memperkuat dolar.

Terakhir, dolar mendapat dukungan lanjutan dari sentimen hari Jumat lalu, ketika Ketua The Fed, Warsh, memperingatkan bahwa inflasi tidak melambat secara signifikan dan menegaskan komitmen pembuat kebijakan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC bulan September meningkat menjadi 65% pada hari Senin, naik dari 36% sebelum pidato Warsh.

Ketegangan militer kembali meningkat di Timur Tengah, setelah pada hari Senin setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir.

Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan pihaknya menargetkan peluncur roket Iran yang sedang bersiap menebar ranjau di Selat Hormuz, dan Iran membalas dengan menembakkan rudal serta meluncurkan drone ke pangkalan udara AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.

Presiden AS Trump sedang mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran guna mencegah negara tersebut membangun kembali kemampuan militernya.

Malam nanti akan dirilis data ISM Manufacturing PMI Agustus yang diindikasikan menurun.

Juga akan dirilis data tenaga kerja JOLTs Job Openings Juli yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran. Namun jika malam nanti data ISM Manufacturing PMI Agustus dan JOLTs Job Openings Juli terealisir turun, akan menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,29-99,18. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Support 98,61-99,82.