(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik pada hari Senin, terdukung pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,29% pada 1.1617.
Kenaikan Euro tertahan setelah data harga konsumen Jerman bulan Agustus menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan, yang menjadi faktor dovish bagi kebijakan ECB.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Jerman bulan Agustus (yang diselaraskan dengan standar UE) naik +0,2% secara bulanan (m/m) dan +2,9% secara tahunan (y/y); angka ini lebih rendah dari perkiraan sebesar +0,3% m/m dan +3,1% y/y.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah sebesar +2% pada hari Senin meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong ECB untuk memperketat kebijakan moneter, yang menjadi faktor pendukung bagi euro.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 10 tahun pada hari Senin ke level tertinggi dalam 15 tahun sebesar 3,327% memperkuat selisih suku bunga euro.
Pasar memperhitungkan peluang sebesar 99% bagi kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.
Ketegangan militer kembali meningkat di Timur Tengah, setelah pada hari Senin setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir.
Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan pihaknya menargetkan peluncur roket Iran yang sedang bersiap menebar ranjau di Selat Hormuz, dan Iran membalas dengan menembakkan rudal serta meluncurkan drone ke pangkalan udara AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Sore nanti akan dirilis data Inflasi Agustus Zona Euro yang diindikasikan meningkat.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika ketegangan AS-Iran terus berlanjut, yang dapat menguatkan dolar AS dan harga minyak, sehingga menekan Euro. Namun jika data Inflasi Agustus Zona Euro terealisir naik, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1590-1.1562. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1633-1.1648.








