Indeks Kospi Selasa Ditutup Naik Terdukung Aksi Beli Saham Samsung dan SK Hynix

24
kospi

(Vibiznews – Index) Bursa saham Korea Selatan berhasil menutup perdagangan dengan penguatan tipis pada hari ini, Selasa, 1 September 2026, setelah sempat dibuka melemah akibat eskalasi militer AS-Iran di Selat Hormuz dan pidato hawkish The Fed.

Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (Kospi) ditutup naik 15,78 poin, atau menguat 0,23 persen, dan berakhir pada level 6.835,80. Indeks sempat dibuka melemah di level 6.784,29 dari penutupan kemarin di 6.820,02, bergerak tertekan hingga level terendah harian di 6.732,47, sebelum akhirnya berbalik ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi harian di 6.857,35. Volume perdagangan tercatat sebanyak 273.600 kontrak.

Penguatan hari ini murni ditopang oleh gelombang aksi pembelian kembali saham atau buyback dari korporasi domestik pada Samsung Electronics dan SK Hynix. Sektor institusi non-keuangan atau kelompok korporasi lainnya mencatatkan aksi beli bersih masif hingga 1,68 triliun won, yang sukses menjadi penyelamat bursa dari tekanan jual sepanjang sesi.

Berbeda dengan korporasi dalam negeri, tiga pilar investor utama justru kompak keluar dari pasar. Investor ritel individu menjual 472,4 miliar won, investor asing melepas 541,1 miliar won, dan investor institusi mendepak 675,3 miliar won. Selera risiko investor asing tertahan akibat konflik saling serang drone dan rudal antara AS-Iran yang melambungkan harga minyak mentah Brent di atas USD 91 per barel, meningkatkan kekhawatiran inflasi struktural di kawasan.

Di tengah tekanan geopolitik tersebut, sisi fundamental ekonomi Korea Selatan sebenarnya menunjukkan kondisi yang sangat solid. Rilis data terbaru menunjukkan ekspor Korea Selatan melonjak 68,7 persen secara tahunan menjadi USD 98,25 miliar, dipimpin pengiriman chip semikonduktor AI yang melesat 209 persen. Di pasar valuta asing, mata uang won Korea ditutup melemah 1,8 won ke level 1.370,4 won per dolar AS akibat penguatan indeks dolar AS global, sejalan dengan sentimen risk-off yang masih membayangi pasar ekuitas Seoul pada perdagangan hari ini.