(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (11/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau tergerus, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia mendatar setelah melaju di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,45% atau 79 poin ke level Rp 17.610 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.531. Rupiah terpantau terkoreksi 2 hari menjauhi area 4 bulan tertinggi sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.531 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.610, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp17.610.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah melaju di sesi global sebelumnya, bangkit menanjak di antara naiknya harga minyak dan yields obligasi global, serta terkoreksinya euro setelah kenaikan suku bunga ECB.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini agak flat ke 99,10, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 99,09.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama terpantau melemah 98,428 poin (1,49%) ke level 6.490,910, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya inflasi dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed segera oleh harga minyak dunia yang melaju di atas $100 per barrel, serta mencermati Wall Street yang tertekan di hari keempatnya.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.773 – Rp17.458.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting







