IHSG Jumat Pagi Melemah ke Level 5.987; Bursa Asia Bias Melemah, Harga Minyak Naik Lagi

62
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (2/10), terpantau melemah 22,716 poin (0,38%) ke level 5.986,786 setelah dibuka naik ke level 6.018.081.

IHSG bergerak tertekan di hari ketujuh ke level 11,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah naiknya lagi harga minyak mentah dunia dan estimasi the Fed akan menaikkan suku bunga menjelang akhir tahun, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir menguat terbatas.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat terbatas 0,07% atau 13 poin ke level Rp 17.932, dengan dollar AS di pasar uang Asia mendatar setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya, rally ke level 6 bulan tertingginya di antara bearish-nya euro dan bank sentral global yang cederung hawkish.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.945, serta terpantau bertahan dari koreksi kemarin.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 8,579 poin (0,14%) ke level 6.018.081. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,348 poin (0,23%) ke level 593,728. Pagi ini IHSG melemah 22,716 poin (0,38%) ke level 5.986,786. Sementara LQ45 terlihat turun 2,023 poin (0,34%) poin ke level 590,357.

Tercatat saat ini 207 saham naik, 394 saham turun dan 163 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup menguat terbatas, bangkit dari koreksi sebelumnya, di tengah turunnya yields tinggi U.S. Treasury dan rebound-nya saham sektor teknologi. Dow Jones berakhir naik 0,04%, S&P 500 menguat 0,19%, serta Nasdaq menanjak 0,04%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,40%, dan Kospi yang naik 0,55%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini merosot ke sekitar 11,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.228 dan 6.380. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,898 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group