(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen terhadap dolar AS berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, 11 September 2026, terpicu penurunan harga minyak dan sikap hawkish pejabat BOJ.
Pasangan mata uang USD/JPY berakhir turun 0,55% pada 153,58.
Yen mendapat dukungan dari penurunan harga minyak pada hari Jumat, meskipun harga minyak sempat naik +9% sepanjang minggu—sebuah sentimen negatif bagi ekonomi Jepang mengingat negara tersebut mengimpor lebih dari 90% kebutuhan energinya.
Yen juga mendapat dukungan lanjutan dari sentimen hawkish pejabat BOJ hari Kamis, ketika anggota Dewan BOJ, Kazuyuki Masu, menyatakan, “BOJ akan terus menaikkan suku bunga kebijakan, mengingat tren harga yang sangat mendekati level 2% serta kondisi keuangan yang akomodatif. Ia menambahkan bahwa jika inflasi meningkat pesat, terdapat risiko bahwa BOJ mungkin terpaksa harus menerapkan kenaikan suku bunga kebijakan secara cepat.
Yen mendapat dukungan dari ekspektasi kuat mengenai kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BOJ) akhir bulan ini. Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 96% bagi BOJ untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dalam pertemuan kebijakan tanggal 18 September.
Pemerintah mendukung kenaikan suku bunga guna menopang yen dan mencegah tekanan inflasi yang timbul akibat pelemahan mata uang tersebut. Selain itu, yen juga terus mendapat dukungan dari intervensi terkoordinasi AS-Jepang baru-baru ini serta kekhawatiran akan adanya intervensi lanjutan jika yen tetap lemah.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat naik terpicu ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ pekan ini. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 153,01-152,48. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 154,38-155,19.








