Serangan Terhadap Kapal di Selat Hormuz Dapat Meningkatkan Harga Minyak

31

(Vibiznews – Economy & Business) Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah proyektil menghantam kapal yang sedang melintasi Selat Hormuz. Tingkat kerusakan dan kondisi awak kapal belum diketahui secara pasti saat ini.

Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak global, sehari setelah Arab Saudi menutup jalur pipa vital Timur-Barat akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang berasal dari Irak.

Insiden ini menambah tekanan pada pasar energi setelah harga minyak mentah Brent kembali melonjak di atas $100 per barel pekan lalu. Selat Hormuz sebagian besar telah tertutup akibat perang selama enam bulan, sehingga jalur ekspor alternatif menjadi semakin penting bagi para produsen di kawasan Teluk.

Jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi yang membentang sepanjang 1.200 kilometer menjadi sangat vital, karena mengalirkan sekitar 4 juta hingga 5 juta barel minyak per hari, atau setara dengan sekitar 4% hingga 5% dari pasokan minyak global.

Riyadh menutup sementara jalur pipa tersebut setelah serangan drone yang—menurut pernyataan Arab Saudi dan Irak—berasal dari Irak, wilayah tempat beroperasinya milisi yang didukung Iran. Otoritas Saudi melaporkan adanya korban luka dan kerusakan, namun tidak merinci dampaknya terhadap ekspor minyak.

Meluasnya konflik juga mengancam jalur pelayaran utama lainnya. Pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut pulau strategis Perim milik Yaman pada hari Jumat, menurut empat sumber pemerintah Yaman. Pulau tersebut terletak di Selat Bab el-Mandeb, di pintu masuk Laut Merah.

Perhatian kini beralih ke Oman, tempat Iran dijadwalkan bertemu dengan negara-negara Arab Teluk pada hari Senin untuk membahas masa depan Selat Hormuz.

Seorang pejabat senior Iran mengecilkan kemungkinan tercapainya terobosan. Ketua komite keamanan nasional parlemen Iran, Ebrahim Azizi, juga menyatakan bahwa negosiasi tidak akan banyak berarti sampai Washington menerima syarat-syarat yang diajukan Teheran.

Sebuah usulan pengaturan mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz diperkirakan akan dipresentasikan dalam pertemuan di Oman tersebut, namun Iran telah mengisyaratkan bahwa selat itu tidak akan dibuka kembali sepenuhnya sampai syarat-syaratnya dipenuhi.