Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan, Pasar Merespons Positif

22
Wamenkeu Suahasil Nazara Menegaskan Peran SMV Sebagai Katalisator Pertumbuhan Inklusif
Sumber: Kemenkeu

(Vibiznews – Economy & Business) Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat sekitar satu tahun sejak 8 September 2025. Pergantian ini dituangkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Suahasil bukan sosok asing bagi pelaku pasar maupun internal Kementerian Keuangan. Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970, ini sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 pada era Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan kembali dipercaya pada posisi yang sama sejak 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih. Sebelum itu, ia pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu.

 

Profil Singkat

  • Pendidikan: S1 Ekonomi Universitas Indonesia (1994), M.Sc. Cornell University (1997), Ph.D. Ekonomi University of Illinois at Urbana-Champaign (2003)
  • Karier akademik: Dosen FEB UI sejak 1999, meraih gelar Guru Besar (Profesor) Ilmu Ekonomi pada 2009
  • Karier birokrasi: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu (sejak 2016), Wakil Menteri Keuangan (2019-2024 dan 2024-2026)
  • Dikenal sebagai junior akademik Sri Mulyani Indrawati di FEB UI, faktor yang dinilai pasar mendukung kontinuitas arah kebijakan fiskal

 

Reaksi Pasar: Koreksi Tajam, Berbalik Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok signifikan pada sesi siang, bahkan turun hingga sekitar 2% ke level terendah harian di kisaran 6.371, di tengah kombinasi sentimen reshuffle kabinet dan kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Namun tekanan jual mereda signifikan menjelang penutupan, dengan IHSG rebound ke area 6.534,69, hanya melemah tipis 0,10% secara harian. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar justru ditutup menguat 1,43% ke 659,03, mengindikasikan rotasi ke saham-saham blue chip di tengah ketidakpastian.

Di pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah 0,33% ke posisi Rp17.669 per dolar AS, meski sempat menguat tipis di awal perdagangan ke kisaran Rp17.560-Rp17.609. Pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi penguatan dolar AS pasca rilis data inflasi konsumen (CPI) AS untuk Agustus 2026 yang berada di atas ekspektasi, ditambah tekanan dari eskalasi geopolitik Timur Tengah, ketimbang murni faktor domestik pergantian Menkeu.

 

Menjaga Keuangan Negara

Seusai prosesi pelantikan, Suahasil mengungkapkan bahwa arahan khusus Presiden Prabowo Subianto kepadanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia menegaskan APBN, sebagai bagian dari keuangan negara, harus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah sekaligus tetap sehat dan dapat dipercaya publik.

Suahasil menyampaikan bahwa APBN harus dijalankan secara kredibel:

“APBN itu harus dapat dipercaya,” ujar Suahasil, seraya menambahkan bahwa dirinya akan melanjutkan kerja keras Kementerian Keuangan dalam menjaga keuangan negara agar APBN mampu menumbuhkan sekaligus menstabilkan perekonomian Indonesia.

Ia juga memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah ambang batas 3% terhadap PDB, serta menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak dimaknai sekadar pemangkasan belanja, melainkan diarahkan agar setiap rupiah belanja pemerintah menghasilkan output maksimal bagi masyarakat. Suahasil menyebut penunjukannya lebih tepat dipandang sebagai kelanjutan kerja Kementerian Keuangan yang beranggotakan sekitar 77.000 pegawai, ketimbang perubahan arah kebijakan secara mendasar.