Indeks Hang Seng Kamis Ditutup Melemah: Saham Properti Terpukul

19
indeks hang seng

(Vibiznews – Index) Bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Kamis, 17 September 2026. Indeks Hang Seng mengakhiri sesinya dengan koreksi sebesar 0,44 persen atau turun 109,49 poin ke level 24.604,29. Indeks berhasil memangkas sebagian besar pelemahan menjelang penutupan, setelah pada awal sesi sempat terseret turun hingga hampir 1,4 persen dan sempat anjlok parah ke level terendah harian di 24.357,69 akibat kepanikan atas dinaikkannya suku bunga acuan domestik Hong Kong mengekor kebijakan bank sentral AS.

Faktor utama yang menekan pasar hari ini adalah reaksi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve AS sebesar 25 basis poin dan sikap hawkish lanjutan dari Ketua The Fed Kevin Warsh. Karena mata uang Dolar Hong Kong dipatok terhadap Dolar AS, Otoritas Moneter Hong Kong otomatis harus mengikuti langkah menaikkan suku bunga acuan, meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar akan pengetatan likuiditas domestik.

Saham-saham pengembang properti menjadi sektor yang paling terpukul berat hari ini. Sub-indeks properti Hang Seng anjlok hingga 2,4 persen, dipimpin oleh penurunan tajam saham raksasa seperti Sun Hung Kai Properties dan Hang Lung Properties yang masing-masing ambles lebih dari 3,4 persen. Investor khawatir bahwa lonjakan biaya pinjaman baru ini akan merusak momentum pemulihan pasar perumahan di Hong Kong.

Indeks Hang Seng Tech turut melemah 0,3 persen akibat terseret oleh penurunan saham-saham sensitif suku bunga. Saham berkapitalisasi besar seperti Tencent Holdings melorot 1,6 persen, Meituan turun 1,8 persen, dan Alibaba Group melemah 1,1 persen di awal perdagangan karena kekhawatiran atas valuasi pertumbuhan sektor teknologi global di tengah tingginya yield obligasi.

Kombinasi antara transmisi kenaikan suku bunga The Fed ke kebijakan moneter HKMA, kejatuhan saham-saham sektor properti, serta tekanan pada saham teknologi raksasa ini secara keseluruhan menekan indeks Hang Seng sepanjang sesi. Meski demikian, indeks berhasil membatasi kerugian lebih dalam menjelang penutupan, mencerminkan adanya aksi beli pada level rendah di tengah gejolak pasar pasca keputusan The Fed.