(Vibiznews – Index) Bursa saham Hong Kong ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Jumat, 18 September 2026. Indeks Hang Seng mengakhiri sesinya dengan kenaikan sebesar 0,60 persen atau bertambah 147,49 poin ke level 24.751,78. Sepanjang hari ini, indeks bergerak volatil dalam rentang harga harian antara level terendah 24.703,92 hingga level tertinggi 24.862,98.
Motor penggerak utama penguatan indeks hari ini datang dari bursa saham Amerika Serikat. Keberhasilan S&P 500 melonjak 1,1 persen dan Nasdaq melesat 1,7 persen semalam memicu kembalinya gairah beli pemodal atau risk-on di kawasan Asia, termasuk Hong Kong. Penurunan harga minyak mentah dunia, dengan Brent berada di kisaran USD 104 per barel, turut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi, memberi ruang napas bagi bursa regional yang sebelumnya tertekan ekspektasi pengetatan moneter. Penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS juga menjadi angin segar karena secara langsung mengurangi beban valuasi pada pasar modal Asia.
Sektor teknologi berkapitalisasi besar memimpin rebound hari ini. Raksasa internet seperti Alibaba Group Holding menguat sekitar 1 persen. Selain itu, sektor manufaktur semikonduktor seperti SMIC serta emiten pertambangan seperti Zijin Mining mencatatkan kenaikan di atas 2 persen yang memperkokoh penguatan indeks.
Meski sempat dibuka mendatar karena investor bersikap wait and see terhadap rincian stimulus ekonomi lanjutan dari pemerintah China, optimisme bahwa Beijing akan terus menyuntikkan kebijakan pelonggaran turut menjaga batas bawah pergerakan bursa dari koreksi lebih dalam.
Kombinasi antara reli masif Wall Street, meredanya tekanan inflasi global dan penurunan harga minyak, penurunan yield obligasi AS, serta perburuan saham teknologi dan komoditas ini secara keseluruhan berhasil membawa Hang Seng mengakhiri perdagangan hari ini dengan penguatan yang solid, sekaligus memulihkan sebagian besar pelemahan yang terjadi pada sesi sebelumnya.








