Indeks Nikkei Jumat Ditutup Naik Terpicu Pelemahan Yen

21
nikkei

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak tajam pada perdagangan hari ini, Jumat, 18 September 2026, ditopang oleh respons positif pasar terhadap keputusan suku bunga Bank of Japan yang dinilai dovish, serta reli lanjutan pada saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Indeks Nikkei 225 resmi ditutup menguat 882,70 poin, atau melonjak 1,38%, ke level 65.018,95. Sepanjang hari, indeks bergerak sangat dinamis dalam rentang harian antara level terendah 64.403,85 hingga level tertinggi 65.436,57.

Bank of Japan hari ini menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Meskipun ada kenaikan, pasar merespons positif karena dua dari sembilan anggota dewan kebijakan memberikan suara menolak. Penolakan ini diartikan oleh investor bahwa BOJ akan sangat berhati-hati dan bertahap dalam melakukan pengetatan moneter ke depan.

Menariknya, pasca pengumuman BOJ, nilai tukar yen justru mengalami pelemahan paradoks hingga melorot ke atas 157 yen per dolar AS, level terendah dalam dua minggu. Melemahnya yen menjadi angin segar bagi bursa saham Tokyo, karena langsung mendongkrak prospek pendapatan emiten raksasa Jepang yang berbasis ekspor.

Mengikuti jejak penguatan Wall Street semalam, di mana Nasdaq naik 1,7%, saham sektor teknologi, kecerdasan buatan, dan semikonduktor memimpin aksi beli di Tokyo, seiring meredanya kekhawatiran risiko keamanan pengembangan teknologi. Emiten besar seperti SoftBank Group melesat 4,1%, Advantest melonjak 4%, dan Lasertec terbang 5,5%.

Penguatan indeks juga ditopang oleh meredanya harga energi global. Penurunan harga minyak mentah dunia, dengan Brent melorot ke kisaran USD 102 per barel, ikut meredakan tekanan biaya operasional pada sektor-sektor industri manufaktur Jepang, sehingga melengkapi sentimen positif yang mengangkat indeks pada penutupan hari ini.