Rekomendasi Harga Perak 18 September 2026 : Terangkat Penurunan Harga Minyak

19

(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir naik pada hari Kamis, terdukung penurunan imbal hasil Treasury AS dan harga minyak.

Harga perak spot ditutup naik 3,58% pada $65,22.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 1,81% pada $66,10.

Penurunan imbal hasil obligasi global pada hari Kamis berdampak positif bagi logam mulia.

Harga minyak mentah yang lebih lemah pada hari Kamis juga positif bagi logam mulia, karena harga minyak mentah yang lebih rendah mengurangi ekspektasi inflasi dan dapat membujuk bank sentral global untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar, faktor yang menguntungkan bagi logam mulia.

Selain itu, keputusan Bank of England (BOE) untuk tidak menaikkan suku bunga pada hari Kamis meningkatkan permintaan logam mulia sebagai penyimpan nilai, di tengah kekhawatiran bahwa BOE tertinggal dalam mengendalikan inflasi.

Harga minyak diperkirakan akan bergerak turun dengan meredanya kekhawatiran pasokan global, setelah Arab Saudi mengatakan pihaknya berupaya untuk mengembalikan sekitar setengah kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari setelah penutupan pekan lalu karena serangan pesawat tak berawak. Selain itu, Menteri Energi AS Wright mengatakan pada hari Rabu bahwa 18 juta barel minyak mentah dan produk olahan melewati Selat Hormuz pada hari Selasa, meredakan kekhawatiran pasokan global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik terdukung penurunan harga minyak.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $66,62-$68,01. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $63,35-$61,47.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $67,42-$68,74. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $64,03-$61,96.