(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS melonjak pada hari Rabu, 23 September 2026, seiring penguatan data sektor jasa dan manufaktur yang meningkatkan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun melonjak lebih dari 8 basis poin menjadi 4,86%.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik lebih dari 9 basis poin menjadi 5,064%, level yang belum pernah terlihat sejak Juli 2007.
Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun naik lebih dari 7 basis poin menjadi 5,377%.
Indeks PMI jasa S&P Global melonjak ke angka 58,7 pada bulan September—level tertinggi dalam hampir lima tahun—dari 56,5 pada bulan Agustus. Indeks PMI manufaktur juga melesat ke angka 56,7, level yang belum pernah tercatat dalam lebih dari empat tahun.
Komentar dari Michael Barr turut mendorong kenaikan imbal hasil tersebut. Gubernur The Fed itu menyatakan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan diperlukan karena “risiko terhadap pencapaian target inflasi kami telah meningkat.”
The Fed menaikkan suku bunga acuan jangka pendek pekan lalu, seiring dengan harga energi yang meningkat yang menyebabkan tingkat inflasi tetap tinggi secara persisten.
Peluang kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin lagi pada bulan Oktober meningkat menjadi 64% pada hari Rabu dari 55% pada hari Selasa, menurut perangkat FedWatch milik CME Group. Angka peluang tersebut berada di bawah 10% pada sebulan yang lalu.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan bergerak melonjak terdukung penguatan data ekonomi AS yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.








