Harga Emas Rabu Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS

96
emas

(Vibiznews – Commodity) Harga emas melanjutkan penurunannya pada hari Rabu, 23 September 2026, tertekan penguatan dolar AS menyusul data PMI yang melampaui perkiraan serta pernyataan bernada hawkish dari para pejabat Federal Reserve yang memperkuat ekspektasi akan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Harga emas spot bergerak merosot 1,76% pada $4.281,68 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 bergerak merosot 1,31% pada $4.319,1 per ons.

Dolar AS melonjak ke level tertinggi baru dalam hampir dua bulan setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS meningkat selama empat bulan berturut-turut pada bulan September, mencapai laju tercepat dalam lebih dari lima tahun.

Presiden Richmond Fed, Tom Barkin, menyatakan bahwa suku bunga yang lebih tinggi dan prospek kenaikan lanjutan dapat meredam ekspektasi inflasi tanpa memperlambat aktivitas ekonomi secara signifikan.

The Fed menaikkan suku bunga pekan lalu dan mengisyaratkan kemungkinan adanya kenaikan tambahan sebelum akhir tahun.

Para pelaku pasar saat ini memperhitungkan peluang hampir 60% untuk kenaikan suku bunga pada bulan Oktober, menurut data CME FedWatch Tool.

Di sisi geopolitik, Presiden Trump mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Iran, namun juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan dapat segera dicapai di tengah upaya diplomatik yang kembali dilakukan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.251-$4.220. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.341-$4.400.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.289-$4.258. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.378-$4.438.