Rupiah Kamis Ditutup Merosot ke Level Rp17.893/USD; Dollar Global di 2 Bulan Tertinggi, Tekanan Inflasi

61
Rupiah melemah
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (24/9), nilai tukar rupiah terhadap dollar ditutup merosot, menambah loss dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa merangkak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya.

Rupiah terhadap dollar AS sore ini melemah 0,42% atau 75 poin ke level Rp 17.893 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.818. Rupiah terpantau terkoreksi signifikan mengganti rebound kuat kemarin.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 17.798 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.905, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp17.893.

Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa merangkak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, pada level 2 bulan tertingginya didorong tekanan inflasi AS dan kecenderungan hawkish the Fed.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik terbatas ke 100,14, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 101,11.

Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi terpantau melemah 76,305 poin (1,20%) ke level 6.298,607, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias melemah di tengah melajunya yields surat berharga AS yang mendorong estimasi berlanjutnya kenaikan suku bunga the Fed, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam koreksi.

 

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.932 – Rp17.730.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting