(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (25/9), terpantau melemah 56,715 poin (0,90%) ke level 6.241,892 setelah dibuka naik ke level 6.315.534.
IHSG bergerak bearish ke level 7,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tekanan jualnya, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir variatif terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini balik menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 17.890, dengan dollar AS di pasar uang Eropa turun perlahan setelah menguat 4 hari di sesi global sebelumnya, tertahan dari rally ke level 2 bulan tertingginya didorong tekanan inflasi AS dan kecenderungan hawkish the Fed.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.893, serta terpantau berupaya rebound terbatas dari area 7 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 16,927 poin (0,27%) ke level 6.315.534. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,926 poin (0,15%) ke level 625,284. Siang ini melemah 34,878 poin (0,55%) ke level 6.263,729. Sementara LQ45 terlihat turun 1,789 poin (0,29%) poin ke level 622,569.
IHSG kemudian semakin turun dan ditutup melemah 56,715 poin (0,90%) ke level 6.241,892. Sementara LQ45 terlihat turun 0,58% atau 3,615 poin ke level 620,743. Tercatat saat ini 114 saham naik, 567 saham turun dan 111 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 1,30%, dan Hang Seng yang turun 1,01%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tambah terkoreksi pada area 7,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tekanan jualnya, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya rebound pendek karena sudah pada oversold area, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






