(Vibiznews – Index) Untuk rekomendasi harian Hang Seng hari ini, terlebih dahulu melihat perdagangan sesi Kamis lalu yang ditutup melemah 0,29 persen atau turun 72,99 poin ke level 24.761,13, melanjutkan tren pelemahan akibat sentimen Wall Street yang mixed dan lonjakan yield obligasi AS.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu New York ditutup nyaris flat, dengan S&P 500 hanya mengalami sedikit perubahan meski mayoritas komponennya melemah. Aksi jual di pasar obligasi kembali mendalam, dengan yield Treasury tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2004, sementara operasi pembelian kembali obligasi yang diperluas oleh Departemen Keuangan AS gagal memenuhi ekspektasi pasar. Harga minyak mentah Brent ditutup di atas USD 106 per barel, meski sempat memangkas sebagian kenaikannya menyusul kabar bahwa AS dan Iran tengah menjajaki kesepakatan bertahap untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sentimen dari Wall Street yang mixed dan lonjakan yield obligasi AS tersebut secara langsung menekan pergerakan bursa Hong Kong, membawa pelemahan lanjutan pada pembukaan pasar hari ini, Jumat 25 September 2026.
Sejumlah faktor penggerak utama membayangi pergerakan Hang Seng hari ini. Pertama, lonjakan yield obligasi AS dan sentimen The Fed menjadi sorotan utama, di mana kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun ke level 5,16 persen, tertinggi sejak 2007, berimbas negatif bagi pasar saham Asia. Tingginya biaya pinjaman global ini memberikan tekanan berat pada saham-saham sektor pertumbuhan dan teknologi di bursa Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga. Kedua, sikap hati-hati menjelang summit Trump-Xi turut membayangi, meskipun AS dan Tiongkok dilaporkan sepakat memperpanjang gencatan senjata dagang hingga Januari 2027, investor cenderung menahan diri dan melakukan aksi ambil untung menjelang pertemuan puncak antara Donald Trump dan Xi Jinping. Ketiga, penyelidikan sektor AI domestik turut membayangi sentimen pasar regional, setelah Beijing membuka investigasi keamanan data terhadap beberapa startup kecerdasan buatan terkemuka seperti DeepSeek dan Moonshot AI, yang sempat memicu aksi jual di sektor teknologi sejak pertengahan pekan. Keempat, volatilitas komoditas turut memicu kekhawatiran, di mana fluktuasi harga minyak mentah global yang tertahan di level tinggi akibat ketidakpastian negosiasi AS-Iran kembali menimbulkan kekhawatiran inflasi jangka pendek bagi negara importir energi seperti Tiongkok.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center, pergerakan indeks Hang Seng berjangka akan menguji level-level kunci baru. Berdasarkan proyeksi pergerakan Pivot Point hari ini yang dihitung dari rentang perdagangan sesi sebelumnya, berikut adalah rincian level Support (S) dan Resistance (R):
Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 24.981 | S1 | 24.661
R2 | 24.880 | S2 | 24.560
R1 | 24.821 | S3 | 24.501
Pivot | 24.720 | |
Buy Avg | 24.730 | Sell Avg | 24.700
Indeks diperkirakan akan membuka perdagangan dengan tekanan jual yang berlanjut seiring derasnya sentimen negatif dari lonjakan yield obligasi AS dan kekhawatiran regulasi AI domestik, mencoba menguji area Sell Avg di kisaran 24.700 hingga S1 pada 24.661. Apabila tekanan jual dari sentimen global yang kuat terus berlanjut, indeks berpotensi tergelincir lebih dalam menuju S2 di 24.560 hingga berpotensi menguji S3 pada level 24.501.
Namun demikian, apabila sentimen positif dari perpanjangan gencatan senjata dagang AS-China mampu meredam kekhawatiran investor, indeks berpeluang membatasi koreksi dan menguji kembali area Buy Avg di 24.730 hingga Pivot pada level 24.720. Secara keseluruhan, pergerakan indeks hari ini masih akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan jual dari sentimen yield obligasi global dan hasil konkret dari pertemuan puncak Trump-Xi yang berpotensi memberikan kepastian arah kebijakan dagang ke depan.








