(Vibiznews-Index) – Untuk rekomendasi harian Kospi pada perdagangan hari ini, Jumat, 25 September 2026, lebih dulu melihat penutupan bursa Korea Selatan pada sesi terakhir sebelum libur, yakni Rabu, 23 September 2026, yang menguat 0,90% atau 63,01 poin ke level 7.080,92, mencatatkan kenaikan empat hari berturut-turut. Sepanjang sesi tersebut, indeks sempat dibuka melonjak tajam hingga menyentuh titik tertinggi 7.153,99 di awal perdagangan, sebelum akhirnya terpangkas ke titik terendah harian di 7.014,98 akibat aksi ambil untung investor institusi domestik menjelang libur.
Perlu dicatat, pasar saham Korea Selatan ditutup libur kemarin, Kamis, 24 September 2026, karena hari libur nasional Chuseok. Absennya pasar kemarin membuat bursa Korea belum merespons langsung lonjakan yield obligasi AS yang terjadi di bursa global selama masa libur tersebut.
Sebagai sentimen utama penggerak pasar hari ini, para pelaku pasar mengantisipasi adanya penyesuaian atau catch-up sentimen negatif saat perdagangan dibuka kembali, mengingat pasar Korea Selatan tutup di saat Wall Street mengalami tekanan akibat lonjakan yield surat utang. Lonjakan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke level 5,16% menjadi perhatian utama. Analis memperingatkan bahwa kenaikan yield jangka panjang AS ini berisiko memicu pelemahan mata uang won dan potensi keluarnya modal asing dari pasar saham domestik.
Meski demikian, pada sesi terakhirnya sebelum libur, kekuatan indeks disokong oleh raksasa semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang berhasil menahan aksi jual ritel. Ketahanan sektor AI dan memori ini diharapkan tetap menjadi bantalan utama yang menjaga indeks bertahan di atas level psikologis 7.000 pada perdagangan hari ini. Di sisi lain, hasil survei terbaru menunjukkan sejumlah manajer investasi mulai memangkas target akhir tahun KOSPI ke area 7.700, seiring pergeseran preferensi penempatan dana global dari pasar ekuitas Korea ke Wall Street.
Secara historis, KOSPI memiliki rekam jejak yang cukup positif dengan mencatatkan penguatan pasca-libur panjang sebanyak 12 kali dari 21 periode libur nasional terakhir. Investor kini memperhatikan apakah pasar saham sanggup melanjutkan reli musim gugur atau justru berbalik tertekan aksi ambil untung pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center, berdasarkan data pergerakan sesi terakhir sebelum libur (High 7.153,99; Low 7.014,98; Close 7.080,92), berikut adalah rincian level Pivot Point, Support (S), dan Resistance (R) untuk perdagangan hari ini:
Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 7.290,89 | S1 | 7.008,85
R2 | 7.219,93 | S2 | 6.943,90
R1 | 7.146,88 | S3 | 6.834,84
Pivot | 7.083,30 | |
Rekomendasi dari analis Vibiz Research Center untuk perdagangan hari ini: mengingat adanya jeda perdagangan akibat libur Chuseok dan potensi spillover sentimen negatif dari lonjakan yield obligasi AS, indeks berpotensi dibuka di sekitar atau sedikit di bawah area Pivot 7.083,30 pada awal sesi.
Apabila tekanan jual akibat spillover yield obligasi AS dan kekhawatiran capital outflow mendominasi pembukaan pasar, indeks berisiko tertekan menembus support S1 7.008,85, bahkan berpotensi menguji S2 6.943,90 apabila aksi ambil untung ikut meluas pasca-libur panjang. Sebaliknya, apabila ketahanan saham semikonduktor unggulan seperti Samsung Electronics dan SK Hynix mampu menjadi bantalan seperti sesi sebelumnya, dan tren musiman positif pasca-libur kembali berulang, indeks berpeluang bertahan di atas Pivot 7.083,30 dan mencoba menguji resisten R1 7.146,88. Investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan yield obligasi AS serta arus modal asing sepanjang sesi hari ini.








