(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak turun di sesi perdagangan Asia pada hari Senin, 28 September 2026, terbebani penguatan dolar AS dan harga minyak setelah ketegangan AS-Iran kembali berlanjut di akhir pekan.
Harga emas spot bergerak turun 0,59% pada $4.260,27
per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 bergerak turun 0,54% pada $4.297,7 per ons.
Ketegangan AS-Iran yang kembali berlanjut di akhir pekan, yang dapat meningkatkan dolar AS dan menaikkan harga minyak.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Minggu menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi perang melawan AS, namun ia tetap membuka pintu bagi diplomasi untuk perdamaian.
Pada hari Jumat, Araghchi telah mengusulkan pembukaan kembali selat tersebut dan dimulainya kembali perundingan nuklir dengan AS dalam waktu tujuh hari, dengan syarat pemerintahan Trump menerima ketentuan yang diajukan Iran.
Presiden Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran telah mengajukan usulan namun ia menolaknya, dengan alasan bahwa Teheran menginginkan pembukaan kembali selat tersebut secara segera karena posisi mereka sedang melemah.
Selain menolak kesepakatan itu, Trump menyatakan rencananya untuk kembali membom Teheran setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada bulan November.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS dan harga minyak.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.256-$4.226. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.316-$4.346.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.289-$4.258. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.352-$4.384.








