Harga Perak Sesi Asia Senin Merosot Seiring Meningkatnya Ketegangan AS-Iran

95

(Vibiznews – Commodity) Harga perak bergerak merosot di sesi perdagangan Asia pada hari Senin, 28 September 2026, mendekati level terendah dalam tujuh minggu, seiring ketegangan AS-Iran membuat harga minyak tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve guna meredam inflasi.

Harga perak spot bergerak merosot 3,82% pada $61,86.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 merosot 3,02% pada $62,84.

Ketegangan AS-Iran yang kembali berlanjut di akhir pekan, dapat meningkatkan dolar AS dan menaikkan harga minyak.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Minggu menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi perang melawan AS, namun ia tetap membuka pintu bagi diplomasi untuk perdamaian.

Pada hari Jumat, Araghchi telah mengusulkan pembukaan kembali selat tersebut dan dimulainya kembali perundingan nuklir dengan AS dalam waktu tujuh hari, dengan syarat pemerintahan Trump menerima ketentuan yang diajukan Iran.

Presiden Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa Iran telah mengajukan usulan namun ia menolaknya, dengan alasan bahwa Teheran menginginkan pembukaan kembali selat tersebut secara segera karena posisi mereka sedang melemah.

Selain menolak kesepakatan itu, Trump menyatakan rencananya untuk kembali membom Teheran setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada bulan November.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $61,05-$60,24. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $63,48-$65,10.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $62,14-$61,43. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $64,11-$65,37.