Imbal Hasil Treasury AS Senin Menguat Terdorong Lonjakan Harga Minyak

27
bonds

(Vibiznews – Bonds) Imbal hasil Treasury AS meningkat pada hari Senin, 28 September 2026, di tengah lonjakan harga minyak dan kekhawatiran akan inflasi.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun—yang menjadi acuan utama bagi suku bunga kredit perumahan (KPR), kredit kendaraan bermotor, dan utang kartu kredit—naik 4 basis poin menjadi 5,221%.

Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun yang berjangka waktu lebih panjang, yang lebih sensitif terhadap risiko geopolitik, naik lebih 2 basis poin menjadi 5,526%.

Imbal hasil Treasury AS tenor 2 tahun, yang cenderung bergerak sejalan dengan keputusan suku bunga jangka pendek Federal Reserve, naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,918%.

Imbal hasil obligasi di wilayah lain juga meningkat karena kekhawatiran seputar utang pemerintah global dan inflasi yang sulit turun terus membebani sentimen investor.
Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (UK) tenor 10 tahun—yang dikenal sebagai Gilts—naik 4 basis poin menjadi 5,4099%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 10 tahun, yang dianggap sebagai acuan utang zona euro, tercatat stabil di angka 3,628%.

Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis maupun Jepang tenor 10 tahun juga sama-sama naik lebih dari 1 basis poin pada awal perdagangan hari Senin.

Di tengah kenaikan harga minyak global pada hari Senin, para investor kini menantikan serangkaian data ekonomi domestik terbaru yang akan dirilis pekan ini.

Data bulanan Non Farm Payrolls dan tingkat pengangguran terbaru dijadwalkan rilis menjelang akhir pekan, menyusul data indeks PCE inti dan angka pertumbuhan PDB kuartalan terbaru.

Sebelumnya, laporan JOLTS bulan Agustus yang dijadwalkan rilis hari Selasa diperkirakan akan menunjukkan sedikit penurunan jumlah lowongan kerja menjadi 7,24 juta secara bulanan, turun dari 7,27 juta pada bulan Juli.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, imbal hasil Treasury AS akan bergerak naik seiring melonjaknya harga minyak yang memicu sentimen kenaikan inflasi.