IHSG Selasa Siang Melemah ke Level 6.135; Mengurangi Loss ke 8,5 Minggu Terendahnya

99
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (29/9), terpantau melemah 12,861 poin (0,21%) ke level 6.134,998 setelah dibuka turun ke level 6.118.806.

IHSG bergerak mengurangi loss ke area 8,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah tingginya yields surat berharga AS dan tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir dalam tekanan jual.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,17% atau 30 poin ke level Rp 18.000, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, bertengger di 8,5 minggu tertingginya oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas dan hawkish the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.970, serta terpantau tertekan bearish di hari keempat di sekitar 2 bulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 29,053 poin (0,47%) ke level 6.118.806. Sedangkan indeks LQ45 turun 5,346 poin (0,87%) ke level 607,772. Siang ini melemah 106,289 poin (1,73%) ke level 6.041,570. Sementara LQ45 terlihat turun 11,345 poin (1,85%) poin ke level 601,773.

Tercatat saat ini 78 saham naik, 605 saham turun dan 99 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot 0,87%, dan Hang Seng yang turun 0,57%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan di hari keempat ke 8,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah tingginya yields obligasi AS dan tensi geopolitik Timur Tengah yang memanas, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir loss kembali.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan konsolidasi pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,013 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group