Kospi 29 September Tertekan Kenaikan Yield Obligasi AS dan Lonjakan Harga Minyak

21
(Vibiznews – Index) – Bursa saham Korea Selatan memperpanjang tren pelemahan dari sesi sebelumnya pada penutupan perdagangan hari Selasa (29/9/2026) seiring kenaikan harga minyak dunia dan imbal hasil (yield) obligasi AS.

Indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, ditutup melemah tipis 0,27% ke level 6.871 pada hari perdagangan Selasa. Penurunan ini

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10-tahun melonjak melampaui 5,2%, sementara tenor 30-tahun terdorong hingga ke atas level 5,5%.

Keduanya menyentuh rekor tertinggi multi-tahun akibat pemanasannya kembali ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap berlanjutnya inflasi serta potensi kenaikan suku bunga lanjutan.

Kondisi ini juga membayangi bursa Wall Street yang ditutup melemah pada malam sebelumnya, di mana indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq seluruhnya terkoreksi mendekati 1%.

Selain faktor eksternal, sikap hati-hati para investor dipicu oleh memburuknya sentimen bisnis domestik. Indeks sentimen bisnis Bank of Korea (BOK) mencatatkan penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada bulan September.

Sentimen pada sektor manufaktur bahkan mengalami penurunan lebih tajam akibat kekhawatiran terkait berkurangnya jumlah hari kerja, tingginya biaya bahan baku, serta bayangan menutupi global.

Indeks harian Kospi melemah tipis 0,27% ke level 6.871, demikian untuk indeks Kospi 200 berjangka bulan Desember 2026 ditutup menguat 0,66% ke posisi 1096,10.

Tekanan pada Kospi banyak dibebani sejumlah saham kapitalisasi besar seperti saham LG Energy Solution turun 3,30%, Hyundai Motor turun 1,55%, Hanwha Aerospace tergerus 2,22%, dan Doosan Enerbility melemah 2,93%.