Hang Seng Anjlok ke Terendah dalam 2 Bulan Akibat Kerugian Saham Besar

24
hang seng
(Vibiznews – Index) – Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (29/9/2026) ke kisaran terendah dalam 2 bulan lebih.
Tekanan saham Hang Seng oleh kehati-hatian investor di tengah kombinasi harga minyak dunia, tingginya imbal hasil obligasi global, serta berlanjutnya tekanan pada saham-saham sektor teknologi Tiongkok.

Harga minyak mentah jenis Brent melonjak 0,6% ke kisaran US$106 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah yang terus mereda.

Kenaikan harga energi ini kembali memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi persistensi inflasi dan arah suku bunga tinggi.

Pada saat yang sama, tekanan pada aset berisiko global semakin diperburuk oleh pelemahan  di bursa Wall Street pada sesi sebelumnya karena melonjaknya imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10-tahun melampaui 5,2% dan tenor 30-tahun menyentuh sekitar 5,55%.

Di sektor korporasi, saham-saham teknologi daratan Tiongkok tetap berada dalam tekanan tinggi setelah pemerintah Amerika Serikat bergerak menuju kebijakan mengaktifkan komponen buatan Tiongkok yang digunakan dalam pusat data kecerdasan buatan.

Selain itu, sentimen pasar secara ikut terbebani oleh memudarnya optimisme investor pasca pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Indeks Hang Seng ditutup anjlok 0,5% atau berkurang 119 poin pada level 24.524., demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,46% menjadi 8.178,81.

Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan September 2026 bergerak negatif dengan  berakhir  turun 0,74% menjadi 24533.

Beberapa saham berkapitalisasi besar yang mencatatkan penurunan signifikan antara lain Tencent yang merosot 1,8%, Xiaomi terkoreksi 2,6%, AIA melemah 0,2%, dan Meituan tergerus 2,0%.
Penurunan paling tajam dialami oleh produsen otomotif Geely yang anjlok hingga 7,4%.