Harga minyak mentah jenis Brent melonjak 0,6% ke kisaran US$106 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah yang terus mereda.
Kenaikan harga energi ini kembali memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi persistensi inflasi dan arah suku bunga tinggi.
Pada saat yang sama, tekanan pada aset berisiko global semakin diperburuk oleh pelemahan di bursa Wall Street pada sesi sebelumnya karena melonjaknya imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10-tahun melampaui 5,2% dan tenor 30-tahun menyentuh sekitar 5,55%.
Di sektor korporasi, saham-saham teknologi daratan Tiongkok tetap berada dalam tekanan tinggi setelah pemerintah Amerika Serikat bergerak menuju kebijakan mengaktifkan komponen buatan Tiongkok yang digunakan dalam pusat data kecerdasan buatan.
Selain itu, sentimen pasar secara ikut terbebani oleh memudarnya optimisme investor pasca pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Indeks Hang Seng ditutup anjlok 0,5% atau berkurang 119 poin pada level 24.524., demikian indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun 0,46% menjadi 8.178,81.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan September 2026 bergerak negatif dengan berakhir turun 0,74% menjadi 24533.








