(Vibiznews – Forex) Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun pada hari Senin, 28 September 2026, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,17% pada 1.1371.
Euro turun tertekan penguatan dolar AS.
Euro juga turun tertekan komentar dovish dari Presiden ECB Christine Lagarde, yang mengatakan bahwa imbal hasil obligasi Eropa yang lebih tinggi akan menghambat ekspansi ekonomi dan membatasi dampak kenaikan biaya energi terhadap inflasi di Zona Euro.
Komentar dari Presiden ECB Christine Lagarde bernada dovish terhadap kebijakan ECB dan berdampak negatif bagi euro; ia mengatakan, “Meskipun pertumbuhan ekonomi tetap tangguh, sejak pertemuan ECB terakhir, suku bunga jangka panjang telah meningkat secara signifikan. Hal ini akan memperlambat pertumbuhan dan mengurangi dampak transmisi biaya (pass-through) dibandingkan dengan proyeksi dalam analisis kami bulan September lalu.”
Namun penurunan Euro pada hari Senin tertahan setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 17 tahun di angka 3,65%, yang memperkuat selisih suku bunga euro.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 36% untuk kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 basis poin pada pertemuan kebijakan ECB berikutnya tanggal 29 Oktober.
Sore dan malam nanti akan ada pernyataan dari Presiden ECB Lagarde dan pejabat ECB Vujcic dan Cipollone.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan harga minyak dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1352-1.1334. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1390-1.1410.








