Nikkei Akhir September Melonjak oleh Gejolak AI, Namun Secara Kuartalan Alami Kerugian

40
nikkei
(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang mencatat pemulihan tajam pada perdagangan hari Rabu (30/9/2026) seiring kuatnya momentum pembelian pada saham-saham teknologi yang mengangkat pasar secara keseluruhan.
Indeks harian nikkei mengakhiri tren penurunan selama dua sesi berturut-turut akibat tingginya imbal hasil (yield) obligasi global. Secara bulanan, Nikkei mencatat kenaikan moderat sepanjang bulan September.
Namun secara kuartalan  mengalami  penurunan pertama sejak kuartal I 2025, yang  disebabkan oleh beberapa hambatan dari survei analis Vibiz Research seperti:
  • hambatan makroekonomi.
  • ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah (khususnya konflik AS-Iran).
  • tingginya imbal hasil obligasi global.
  • sikap hati-hati yang masih tersisa pasca aksi jual besar-besaran saham teknologi dan AI global pada bulan Juli.

Untuk pergerakan kuat indeks Nikkei hari ini  memperoleh sentimen global yang positif terkait valuasi Artificial Intelligence (AI) serta penurunan harga minyak mentah.

Kekhawatiran mengenai pasokan energi global mereda secara signifikan setelah Arab Saudi berhasil memulihkan sekitar separuh kapasitas pipa minyak mentah vital jalur Timur-Barat dan juga pengumuman pemerintahan Trump terkait  pelepasan cadangan darurat baru dari *Strategic Petroleum Reserve* (SPR) Amerika Serikat.

Indeks harian Nikkei melonjak 1,94% dan ditutup pada level 66.754, sementara indeks Topix naik 1,67% pada  4.108,65.

Namun untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Desember 2026 melonjak 2,01% pada posisi 67150.

Penurunan biaya energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi bagi Jepang—negara importir energi utama—sekaligus mengurangi tekanan terhadap margin perusahaan domestik.

Secara sektoral, reli Nikkei ditopang oleh saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, yang didorong oleh berita positif seputar OpenAI.

Saham teknologi yang menopang lonjakan Nikkei seperti saham SoftBank Group  melonjak 6,6% merespon laporan bahwa OpenAI berencana menggalang dana baru setidaknya sebesar US$30 miliar, dengan target valuasi fantastis mencapai US$1,4 triliun.

Saham teknologi lainnya yang support Nikkei seperti Fujikura (5,9%), Taiyo Yuden (2,3%), Kioxia Holdings (1,2%).