Rekomendasi Forex EUR/USD 30 September 2026 : Dapat Terbebani Kenaikan Harga Minyak

37

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro merosot ke level terendah dalam tiga bulan dan ditutup turun pada hari Selasa, 29 Seotember 2026, tertekan penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,27% pada 1.1341.

Euro juga berada di bawah tekanan setelah indikator keyakinan ekonomi Zona Euro bulan September turun secara tak terduga.

Indikator keyakinan ekonomi Zona Euro bulan September turun 0,5 poin menjadi 97,9—lebih lemah dari perkiraan kenaikan ke level 99,0.

Selain itu, Euro masih terpengaruh sentimen negatif dari hari Senin, ketika Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan bahwa imbal hasil obligasi Eropa yang lebih tinggi akan menghambat ekspansi ekonomi dan membatasi dampak kenaikan biaya energi terhadap inflasi di Zona Euro.

Namun penurunan Euro dibatasi setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) Spanyol bulan September naik melebihi perkiraan, yang menjadi faktor hawkish bagi kebijakan ECB.

CPI Spanyol bulan September (yang diselaraskan dengan standar UE) naik 5,0% secara tahunan (*year-on-year*), melampaui perkiraan kenaikan 4,9% dan mencatatkan peningkatan terbesar dalam 3,5 tahun terakhir. CPI inti bulan September naik 3,1% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan 3,0%.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah sebesar 1% memberikan dukungan bagi ekonomi Zona Euro dan mata uang Euro, mengingat Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 32% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 29 Oktober.

Siang, sore dan malam ini akan banyak data dari kawasan Euro yang akan dirilis :

Retail Sales Agustus Jerman yang diindikasikan meningkat.

Inflation Rate September Perancis yang diindikasikan meningkat.

Inflation Rate September Italia yang diindikasikan meningkat.

Inflation Rate September Jerman yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun jika kenaikan dolar AS dan harga minyak berlanjut, dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1311-1.1280. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1373-1.1404.