Rekomendasi Harga Emas 30 September 2026 : Dapat Terbantu Penurunan Harga Minyak: Waspadai Penguatan Dolar AS

44

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir naik pada hari Selasa, 29 September 2026, terbantu pelemahan harga minyak.

Harga emas spot ditutup naik 1,63% pada $4.181,85 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup naik 0,27% pada $4.179,7 per ons.

Penurunan harga minyak mentah sebesar 3% pada hari Selasa memberikan sentimen positif bagi logam mulia, karena hal ini menurunkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka—sebuah faktor yang mendukung kenaikan harga bagi logam mulia.

Komentar Presiden The Fed New York, Williams, juga memberikan sentimen positif bagi logam mulia ketika ia menyatakan bahwa The Fed hanya membutuhkan satu kali kenaikan suku bunga lagi untuk meredam inflasi.

Namun kenaikan harga emas tertahan oleh kenaikan indeks dolar ke level tertinggi dalam 2 bulan pada hari Selasa memberikan tekanan turun bagi harga logam.

Selain itu, lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level tertinggi baru dalam 19 tahun pada hari Selasa memperkuat prospek bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga, yang merupakan faktor negatif bagi logam mulia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik jika pelemahan harga minyak berlanjut. Namun jika data ekonomi AS terealisir meningkat dan menguatkan dolar AS, dan harga minyak mentah naik, akan dapat menekan harga emas.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.136-$4.091. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.206-$4.231.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.144-$4.108. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.217-$4.254.