Harga Minyak Brent di Bawah $97 Per Barel Ditengah Tanda-Tanda Pemulihan Pasokan

32

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia untuk jenis Brent bergerak stabil di bawah level $97 per barel pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Rabu (30/9/2026).

Meredanya kekhawatiran gangguan pasokan didorong oleh tanda-tanda pemulihan aliran energi dari Timur Tengah serta rencana pelepasan cadangan minyak darurat dalam jumlah besar oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Analis mencatat rata-rata ekspor minyak mentah 10 harian dari Timur Tengah telah pulih menjadi 17,5 juta barel per hari. Angka ini setara dengan 98% dari tingkat pasokan sebelum konflik meluas.

Pemulihan ini didukung oleh langkah Arab Saudi yang kembali mengoperasikan ekspor minyak melalui pipa East-West sekitar setengah dari kapasitas normalnya.

Selain itu, pengiriman minyak secara berkala melalui perairan Selat Hormuz juga dilaporkan tetap berjalan secara berkesinambungan.

Di wilayah Amerika Utara, pemerintah AS berencana menghabiskan hingga 40 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) untuk menghentikan penjualan bahan bakar domestik.

Sentimen penekan harga juga diperkuat oleh data industri yang menunjukkan peningkatan stok minyak mentah AS sebesar 1 juta barel pada pekan lalu.

Meskipun demikian, patokan harga minyak AS masih berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulanan selama tiga bulan berturut-turut.

Ketegangan geopolitik yang memanjang antara AS dan Iran serta risiko gangguan pasokan secara luas masih memberikan fondasi penopang bagi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di posisi $96,83 atau naik 0,38%, untuk kontrak berjangka bulan Desember 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE AS naik  0,31% menjadi $96,47 per barel.

Secara teknikal, pergerakan harga minyak Brent saat ini dalam bias positif yang kuat setelah menembus level $96. Jika tren positif berlanjut, Brent berpotensi menguji kisaran resisten berikutnya $97,60 – $100,10.