(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi ini (1/10), terpantau melemah 10,847 poin (0,18%) ke level 6.060,291 setelah dibuka turun ke level 6.062.894.
IHSG bergerak rendah sekitar 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias menguat di tengah mendatarnya harga minyak mentah dunia dan yields obligasi AS yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir mixed dan agak terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terbatas 0,07% atau 12 poin ke level Rp 17.872, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya, rally ke level 3,5 bulan tertingginya di antara bertahan tingginya yields U.S. Treasury sembari menantikan data NFP akhir minggu.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.860, serta terpantau tertahan dekat area seminggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau melemah 8,244 poin (0,14%) ke level 6.062.894. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,095 poin (0,35%) ke level 599,085. Pagi ini IHSG melemah 10,847 poin (0,18%) ke level 6.060,291. Sementara LQ45 terlihat turun 2,612 poin (0,43%) poin ke level 598,568.
Tercatat saat ini 260 saham naik, 365 saham turun dan 148 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup mixed, di tengah rilis inflasi PCE yang lebih lunak dan GDP Amerika yang di atas estimasi. Dow Jones berakhir turun 0,86%, S&P 500 melemah 0,25%, serta Nasdaq menanjak 0,24%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,40%, dan Kospi yang naik 0,55%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertahan sekitar 13 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias menguat di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.380 dan 6.521. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







